Showing posts with label sunda. Show all posts
Showing posts with label sunda. Show all posts

26 May 2013

Nasi Tutug Oncom Kuliner Khas Tasikmalaya

Nasi Tutug Oncom yang menggugah selera
Sudah lama rasanya meninggalkan kota kelahiran Tasikmalaya. Sudah hampir 5 tahun saya meninggalkan kota ini. Kenangan 18 tahun hidup di Tasikmalaya tidak akan melebur begitu saja seiring hiruk pikuk dimana saya menyambung hidup sekarang. Hari ini 25 Mei 2013 pagi hari, saya pun tiba di kota ini. Waktu saya di Tasikmalaya sangatlah singkat karena siang esok harinya saya harus kembali meninggalkan kota ini. Jadi, momen 1,5 hari ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah mencicipi kulinernya. Sudah lama terbiasa dengan makan-makanan JUNK FOOD disetiap waktu makan, membuat lidah ini tergugah untuk kembali mencicipi makanan khas yang sudah lama tidak merasuk dicerna oleh tubuh (*lebay hehe). Jadi, sore hari setelah mengunjungi keluarga yang sudah lama tidak bertemu, saya dan keponakan memutuskan untuk pergi mencicipi kuliner khas Tasikamalaya yaitu Nasi Tutug Oncom.

07 April 2013

Sono Ka Ema [ Carpon Basa Sunda]


Geus tara ngadéngé sora turaés atawa sora tonggorét nganteur surupna panon poé. Wanci sariak layung taya bédana jeung wanci carangcang tihang, mulan-malén kandaraan ngagerung sapaparat jalan. Estuning wanci geus teu bisa dibédakeun ku tanda-tanda alam. Nyaan, kaayaan hirup di kota jauh mela-melu jeung kaayaan hirup di lembur. Idek liher di lembur anu sakitu réhé comrék, tiis ceuli hérang mata. Cai cur-cor ngagenyas ngocor ti girang ka hilirkeun.

16 January 2013

Orang Sunda, Perantau yang Terlupakan


“Orang Sunda: Perantau yang Terlupakan“ adalah sebuah disertasi yang disusun oleh Kang Teten Ali Mulku Engku, PhD candidate Universitas Nasional Malaysia. Pria asal Tasikmalaya Jawa Barat tersebut meneliti mengenai fenomena orang Sunda, sebuah suku bangsa Indonesia asal Jawa Barat, yang dalam konteks migrasi, cenderung dipandang sebagai orang yang hanya  “pemain kandang“, sementara orang Minangkabau terkenal suka menjelajah, orang Batak terkenal kuat dan ahli dalam berbagai bidang serta orang Jawa terkenal dingin tangan dalam hal pertanian.

Persepsi bagi orang Sunda yang terbentuk di masyarakat tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang menunjukan bahwa saat ini terdapat 10 juta orang Sunda yang menjadi imigran di luar negeri baik sebagai pekerja profesional dan nonprofesional. Penelitian yang akan dipresentasikan dalam  konferensi mengenai migrasi etnis di Universitas J.W. Goethe Frankfurt pada akhir Maret ini sangat menarik untuk dibicarakan, baik itu untuk orang Sunda maupun yang bukan orang Sunda. KangTeten AME akan menyampaikan paparan mengenai penelitiannya dan tentu membuka ruang diskusi serta obrolan bersama dalam Pojok Ngabako.

Ngabako merupakan istilah orang Sunda untuk menggambarkan aktifitas ngobrol santai, berdiskusi atau sekedar curhat mengenai suatu  hal. Pojok Ngabako adalah salah satu kegiatan Paguyuban Baraya Budaya Sunda (PBBS) yang ingin membahas berbagai hal yang dilatarbelakangin kerinduan terhadap suasana ngabako yang biasanya berlangsung akrab dan kekeluargaan.  Definisi kata ngabako dalam bahasa Sunda sebenarnya adalah aktifitas menghisap tembakau (bako=tembakau, nga-= awalan yang membentuk kata kerja). Istilah ngabako kemudian juga dikenal untuk menggambarkan kegiatan ngobrol santai  (kemungkinan) karena biasanya orang yang menghisap tembakau atau rokok melakukannya sambil ngobrol santai ditemani teh atau kopi dan gorengan. Pojok Ngabako diharapkan tidak hanya menjadi media diskusi namun juga ajang silaturahmi dan berbagi informasi bagi orang Sunda dan mereka yang tertarik pada Kebudayaan Sunda di Jerman.

PBBS mengundang Ibu/Bapak/ Teteh/Akang/ Uni/Uda/ Mas / Mba/ Bli/Mbok/, Sdr/Sdri., dll, dsb, teman-teman semua, untuk menghadiri Pojok Ngabako Maret 2011, pada tanggal 27 Maret 2011 di Ruang Serba Guna KJRI Frankfurt-Zeppelinallee 23-60325 Frankfurt am Main, pukul 14.00-16.00.  Mohon pemberitahuan untuk mereka yang akan hadir ke p.parang@yahoo.de, agar teman-teman di paguyuban bisa menyiapkan sekedar cemilan ringan menemani obrolan :).

Salam,
PBBS.

CAPOLAGA ADVENTURE


Capolaga Adventure Camp is an eco-tourism that is located in Cicadas Village, Panaruban, the Sagalaherang Subdistrict. Capolaga Adventure Camp had the beauty of the unique Cimuja river ecosystem such as the Cimuja waterfall, the Karembong waterfall and the Sawer waterfall. This place is also supported by many facilities for outbound activities, outing, family or company gathering, adventure activities, tracking, tea walk, camping ground and fishing.
The distance from Subang – Capolaga Adventure Camp is 35 km or 45 minutes, from Jakarta to Capolaga Adventure Camp (via Sadang toll road) is 190 km or 3 hours, from Bandung to Capolaga Adventure Camp is 45 km or 1.5 hours, from Ciater to Capolaga Adventure Camp is 5 km or 15 minutes, from crater to Capolaga Advanture Camp is 13 km or 25 minutes.

JIKA Anda ingin menikmati sisi lain kawasan Bandung, sesekali arahkan kemudi Anda ke Bandung Utara. Usai melintas kawasan Lembang dan Tangkubanparahu yang teduh dengan pohon cemaranya yang menjulang, Anda akan menemui kawasan wisata Ciater.
Di titik pertigaan antara Bandung, Ciater, dan Desa Cicadas Kab. Subang, Anda jangan berbelok ke kanan, tetapi berbeloklah ke kiri (ke arah Desa Cicadas). Sepuluh menit kemudian, Anda akan menemui kawasan wisata alam "Capolaga Adventure Camp".
Di kawasan ini Anda tidak hanya akan menikmati kebun teh yang menghijau atau alam pegunungan yang segar, tetapi juga berbagai objek wisata yang sudah dikemas sedemikian rupa. Mulai dari kawasan camping ground, air terjun, sungai, flying fox, tracking, bird watching, sampai ke agrowisata kebun sayuran dan buah organik.
Kawasan wisata alam Capolaga sebenarnya terdapat di Kab. Subang. Tepatnya di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kec. Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat. Namun karena kawasan ini berada tepat di perbatasan Kab. Bandung, waktu tempuh ke kawasan ini tidak terlalu lama. Anda hanya akan menempuh waktu 1 jam dari arah Bandung, 1 jam dari Purwakarta, 30 menit dari Kota Subang, 30 menit dari Lembang, dan 15 menit dari Sagalaherang.
Kawasan ini memiliki keindahan ekosistem Sungai Cimuja dan Sungai Cikoneng yang menghadirkan 4 air terjun unik. Keempat air terjun itu adalah Air Terjun Cimuja, Air Terjun Karembong, Air Terjun Sawer, dan Air Terjun Doa Badak. Keempat air terjun inilah yang menjadi daya tarik kawasan perkemahan Capolaga.
Starting point masuk kawasan ini dimulai dari pintu masuk Capolaga Adventure Camp. Di tempat ini Anda bisa membayar biaya masuk terlebih dahulu dan mendapatkan kantong keresek. Buat apa? Mungkin itulah pertanyaan yang muncul. Bukankah dengan kawasan alam yang segar pengunjung tidak akan mabuk atau muntah?
Eits...tunggu dulu! Ini kawasan reservasi bung! Kalau Anda ingin masuk dan menikmatinya, tidak boleh buang sampah sembarangan. Kantong keresek itulah yang menjadi tempat sampah mobile agar pengunjung tidak membuang sampah di mana-mana.
"Kita memang tidak menyediakan tempat sampah karena cara itu akan menambah pekerjaan bagi pengelola. Bukan karena malas, tetapi justru untuk mendidik kita semua untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujar H.M. Tjetje Suhana, Direktur Capolaga Adventure Camp.
Sebenarnya, ada dua jenis pengunjung yang datang ke kawasan ini. Pengunjung yang datang hanya untuk menikmati alam dan air terjun serta pengunjung yang datang untuk menginap. Pengunjung jenis kedua biasanya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu karena biasanya rombongan dan menginap, sedangkan pengunjung pertama bisa datang langsung saat itu juga.
Pengunjung rombongan berasal dari berbagai kalangan, ada mahasiswa yang akan melakukan pengamatan alam, burung, ataupun sungai, karyawan perusahaan yang akan outbound ataupun outing; sampai ke rombongan ibu-ibu PKK ataupun darma wanita yang ingin melihat kebun sayur/buah organik. Sementara itu, untuk pengunjung perorangan, ada juga lho yang datang karena ingin meraup tuah dari air terjun.
Para pengunjung yang menginap, bisa bermalam di bawah tenda di blok-blok perkemahan yang tersedia. Blok ini disesuaikan dengan posisi air terjun, ada blok Cimuja, blok Karembong, blok Sawer, dan blok Goa Badak. Satu blok perkemahan dapat menampung 50 orang dengan tarif tiap orang Rp 7.500,00 per malam.
Sementara itu, pengunjung yang tidak mau menginap di tenda, dapat menyewa pesanggrahan ataupun vila yang disediakan pengelola. Tarifnya berkisar Rp 350.000,00 sampai Rp 1.250.000,00 dan dapat menampung cukup banyak orang.
**
KEISTIMEWAAN kawasan ini terletak pada keempat air terjunnya. Air terjun (curug dalam bahasa Sunda) pertama adalah Curug Cimuja. Curug ini terletak di kawasan paling hulu. Konon, menurut Tjetje, pada zaman dulu curug ini sering digunakan untuk memuja dan bersemedi memohon sesuatu.


Pemujaan biasanya dilakukan pada malam hari dan bila sang pemuja sudah selesai menyampaikan doa-doanya, ia harus mandi pada malam hari di bawah tumpahan curug ini. "Tapi sekarang juga ada lho yang sengaja datang untuk melakukan semedi seperti itu," ujar Tjetje.


Curug kedua adalah Curug Karembong. Sesuai namanya, curug ini menyerupai karembong (selendang) yang "dikebutkan". Derai airnya yang khas dapat dimanfaatkan untuk water teraphy. Bagi Anda yang sering pegal linu dan rematik, dapat mencoba keampuhan Curug Karembong ini.


Curug berikutnya adalah Curug Sawer. Curug ini tinggi hanya 5 meter. Akan tetapi kalau airnya sedang besar, curug ini menyerupai bunga yang ditaburkan. "Makanya, namanya pun Curug Sawer. Sawer dalam bahasa Sunda kan bisa diartikan tabur bunga," kata Tjetje.
Di bawah tumpahan Curug Sawer terdapat kolam berukuran lebar. Anda bisa mandi di tempat ini. Namun sayang, Anda tidak diperkenankan menggunakan sabun mandi. Tujuannya tiada lain agar ekosistem di kawasan curug tersebut tidak terganggu.
"Kalau mau pakai sabun atau sampo, mandinya di kamar mandi yang sudah disediakan saja," unkap Tjetje seraya menambahkan, mandi di bawah curug ini bisa dilakukan dengan menggunakan dedaunan. Asyik ya, jadi kayak Tarzan!

Curug yang terakhir adalah Curug Goa Badak. Di tempat ini Anda bukan hanya dapat menikmati keindahan curug setinggi 8 meter, tetapi juga kolam untuk berenang dan gua. Entah karena apa gua ini disebut gua badak. Akan tetapi, posisinya yang berada tepat di sebelah air terjun membuat gua ini cukup menarik.
Jarak tempuh antar-curug yang satu dengan lainnya, berbeda. Jarak antara Curug Cimuja dan Curug Karembong lebih kurang 250 meter, Curug Karembong-Curug Sawer lebih kurang 250 meter, Curug Sawer-Curug Goa Badak lebih kurang 550 meter. Jadi, jika Anda menyambangi keempat curug tersebut, Anda sudah berjalan lebih kurang 1.250 meter!
Meski jarak tempuh ini lumayan, Anda tidak akan merasa kelelahan. Udaranya yang segar dengan pepohonan hutan yang memayungi, Anda bisa terus dibuat penasaran untuk menuntaskan kunjungan ini sampai di Curug Goa Badak. Apalagi, di setiap curug Anda dapat rehat dulu sebentar sambil menikmati keindahan dan keistimewaan masing-masing curug.
**
JUMLAH kunjungan terbanyak, kata Tjetje, terjadi setiap akhir pekan. Waktu terlama menginap, pada umumnya 3 sampai 5 hari. Untuk perusahaan-perusahaan yang melakukan outbound ataupun outing dapat membawa konsumsi sendiri ataupun memesan kepada pengelola.
Begitu juga bagi pengunjung perorangan atau keluarga. Bila memang tidak sempat membawa makanan dapat memesan makanan ke tempat pengelola. "Untuk minuman dan makanan ringan, selalu tersedia. Tetapi untuk permintaan makan bagi keluarga, biasanya harus pesan terlebih dahulu," ujar Tjetje menerangkan.
Sisi lain yang dapat Anda kunjungi adalah lahan sayur/buah organik yang dikembangkan Kandaga Organic. Lahan yang dikelola Nick Djatnika & Sari Koeswoyo dan rekan ini ditanami berbagai jenis sayuran dan buah organik. Aneka selada benih impor seperti red bowl salad, raddiccho rossa de treviso, pandero, lettuce, spinach, dll dapat Anda temui di tempat ini.
Kalau kebetulan sedang panen, Anda dapat membawanya pulang. "Lumayan, kalau buah di kebun biasanya lebih murah. Padahal, ini sayuran organik lho. Dikembangkannya tidak menggunakan pestisida," ujar Nick.

Kebun organik ini, menurut rencana akan dikembangkan lebih jauh sebagai kebun pembelajaran yang bersifat ecotourism.
Kawasan lain yang menarik dan berdekatan dengan Capolaga adalah kawasan penangkaran kupu-kupu. Tempatnya terletak tepat di depan Capolaga.

Desa Wisata Wangun Harja dan Curug Bentang


Kampung Banceuy adalah satu dari empat lokasi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Subang sebagai Desa Wisata Wangun Harja sejak tahun 1999. Empat desa yang berada pada ketinggian 800-1.100 meter di atas permukaan laut itu meliputi Desa Sanca, Cibitung, Cibadak, dan Cibeusi. Semuanya di wilayah Kecamatan Ciater.
Kampung Banceuy berjarak sekitar 30 km dari pusat Kabupaten Subang, 32 km dari Bandung, atau 185 km dari Jakarta (melalui Tol Jakarta-Cikampek). Dari Subang atau Bandung, lokasi itu bisa ditempuh selama 40-60 menit perjalanan darat melalui Desa Palasari, Sarireja, atau Kasomalang di Kecamatan Jalancagak.
Atang Mulyana (66), Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Desa Wisata Wangun Harja, mengatakan, kawasan Wangun Harja memiliki sejumlah obyek yang bisa dikunjungi. Di area seluas sekitar 100 hektar itu terdapat Bukit Wangun Harja, Curug Bentang (di perbatasan Desa Sanca dan Cibitung), Curug Cibareubeuy (Desa Cibeusi), dan Situs Cibadak (Desa Cibadak). Di desa tersebut terdapat sebuah sungai besar yang menjadi sumber air bagi pertanian penduduk. Pada aliran sungai inilah terdapat curug bentang yang biasanya para wisatawan mandi di bawah curug tersebut.


Curug Bentang, Subang


Ada pula beberapa makam yang masih diziarahi, seperti makam Aki Leutik (Raden Ismail Saleh), makam Prabu Jaya Tumenggung, dan makam Eyang Haji Pungkur (Haji Singadiraksa). Keberadaannya dilindungi dan telah ditetapkan sebagai Situ Kampung Adat Banceuy oleh Balai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional

Setiap tahunnya di desa tersebut diadakan acara pesta rakyat yaitu Ruatan Bumi yang telah dikemas dalam suatu paket wisata. Ruatan Bumi adalah salah satu upacara adat masyarakat agraris yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Subang, tepatnya di Kampung Banceuy Wangun Harja. Ruatan berasal dari kata rawat atau merawat yang artinya mengumpulkan seluruh masyarakat kampung serta hasil bumi, baik yang masih mentah maupun yang sudah diolah. Upacara Ruatan Bumi dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan YME atas keberhasilan hasil pertanian dan sebagai tolak bala serta ungkapan penghormatan terhadap nenek moyang mereka yang telah berjasa meningkatkan taraf hidup di Kampung Banceuy tersebut. Acara Ruatan Bumi di Kampung Banceuy ini telah dilaksanakan sejak tahun 1800 Masehi.

Menjadi “DUTA” menjadi diri kita


Pendahuluan


Dengan makin maraknya beragam jenis kompetisi mencari bakat, masyarakat senantiasa ditawarkan untuk menjadi sebuah citra akan sesuatu (baca : duta). Tidak hanya produk yang berbau komersil, gerakan-gerakan massa, hingga identitas budaya, berlomba-lomba meningkatkan daya saingnya dengan menciptakan beragam kompetisi. Di satu sisi hal ini merupakan sebuah upaya positif dalam meningkatkan geliat kepedulian dan kecintaan masyarakat akan produk yang diusung. Masyarakat pun seakan mendapat stimulus-stimulus untuk mendalami dan mengenali bentuk produk yang diwacanakan. Namun ketika kita berbicara seputar kompetisi yang mengusung produk identitas budaya, kedalaman pemaknaan dan “keseriusan” menjadi sebuah prasyarat yang tidak dapat ditawar lagi. Karena citra identitas budaya akan selalu merepresentasikan komunitas masyarakat dimana budaya tersebut hidup dan berkembang. 



Manusia adalah representasi akan dirinya



Ketika manusia diciptakan di alam dunia, manusia diberikan kebebasan untuk menjadi apa saja yang ia kehendaki. Seorang bijak pernah berujar, bahwa “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan atau karakter terbentuk bukanlah hanya oleh satu perbuatan, melainkan kebiasaan”. Dalam konteks menjadi DUTA: representasi produk yang diwakili haruslah didasari atas kesejatian dan kebersatuan antara diri dan produk yang kita representasikan. Hal tersebut harus dimulai atas komitmen dan konsistensi diri dalam melakukan kebiasan-kebiasaan yang mencerminkan representasi diri yang kita inginkan. Namun demikian, kebiasan-kebiasaan tersebut tidaklah cukup, ketika kita tidak dapat menggambarkan impian besar yang menjadi tujuan akhir kita. Sebagai ilustrasi, ketika masing-masing dari kita memutuskan untuk mengikuti pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat. Hal dasar yang harus dijawab oleh masing-masing kita adalah, apa gunanya pemilihan ini bagi perjalanan hidup saya kelak? Dunia akan selalu memberi ruang pada orang-orang yang kata-kata dan perbuatannya mencerminkan ia tahu mau kemana (Napoleon Hill) . Tanpa tujuan yang jelas manusia akan menjadi musafir-musafir dunia yang hampa. Buah-buah kehidupan dirinya tak dapat dinikmati oleh dahaga-dahaga alam dunia.



Dalam merepresentasikan suatu identitas budaya, kita harus selalu senantiasa sadar bahwa “label” budaya yang kita usung tercetak kuat di benak masyarakat umum. Dan terkadang label ini akan selalu melekat seumur hidup kita. Suka atau tidak, ketika kita memilih untuk menjadi bagian dari representasi identitas budaya (Mojang Jajaka Jawa Barat, sebagai contoh) maka kita harus memiliki kesadaran bahwa citra masyarakat Jawa Barat khususnya generasi muda sedang kita representasikan. Ketika kita berlaku salah, maka masyarakat luas “umumnya” akan menjustifikasi bahwa seluruh generasi muda Jawa barat melakukan perbuatan salah. Majas Sinekdot Pars Pro Toto akan selalu berlaku dalam kasus ini. Hal ini yang harus senantiasa diingat, bahwa reputasi dan pencitraan yang diwakilkan kini tidak hanya berbicara bagi individu namun khalayak yang lebih luas. Dan yang perlu digaris bawahi bahwa reputasi tidak dapat dibangun hanya dengan promosi, namun haruslah dengan kerja keras, kualitas, dan tata nilai.



Menjadi diri kita, Menjadi Manusia Unggul



Manusia dianugrahi sikap dasar yang selalu tidak puas atas apapun yang dicapainya. Hal ini menumbuhkan sikap kompetitif di dalam setiap insan. Seringkali sikap kompetitif ini berbanding terbalik dengan rasa percaya diri yang dimiliki. Berbicara mengenai kualitas manusia, hampir diseluruh peradaban di muka bumi, sikap kompetitif dan rasa percaya diri menjadi sebuah tolak ukur baku yang menyatakan keunggulan diri manusia. Menjadi Duta seyogyanya kita telah memiliki sikap percaya diri yang menyatakan bahwa kita unggul dibanding sekelompok manusia yang lain. Setiap manusia memiliki hak untuk menjadi manusia unggul, namun sedikit sekali yang mempersiapkan dirinya sungguh-sungguh untuk menjadi manusia unggul (Vince Lombardi) . Keunggulan kualitas manusia memang tidak pernah dibangun dalam kesenyapan. Ia hanya akan diperoleh dari pengalaman, ujian, dan penderitaan yang memperteguh jiwa. Dan kunci keberhasilan selalu terletak pada niat diri yang teguh. 



Penutup



Setiap orang ingin mendapat hasil yang besar. Banyak yang tak menyadari segala yang besar dibangun dari hal-hal kecil – Frank Clark



Sebuah kalimat penutup yang pernah dituturkan Frank Clark diatas kembali mengingatkan pada kita bahwa segala pilihan untuk menjadi besar atau kecil berada ditangan kita, dan sebelum segala sesuatu menjadi besar hal-hal kecil merupakan instrumen-instrumen penting yang akan membangun kebesaran kita. Menjadi seorang Duta merupakan sebuah langkah untuk memberi nilai menjadi generasi-generasi unggul di masa yang akan datang, kesadaran-kesadaran inilah yang seharusnya dapat membangkitkan Jawa Barat dan Indonesia pada masa yang akan datang. Namun pertanyaannya siapkah anda menjadi bagian didalamnya?

-satri akbar-

05 January 2013

Milih GUBERNUR JAWA BARAT: narekah ngeunteung , malahmandar ngaraih untung



Milih GUBERNUR JAWA BARAT: narekah ngeunteung , malahmandar ngaraih untung

Ku Ucu saepurridwan (Pituin warga Jawa Barat) 
Dina sasih Februari 2013 anu bakal sumping , masyarakat Jawa Barat baris ngarandapan hiji prosesi hajat nu kawilang rongkah, tegesna milih gubernur kanggo periode 2013-2018. Dupi Waragad anudisayogikeun kanggo nyeleksi anu parebut menuju gedung sate pikeun jadi Jabar 1 jeung Jabar 2,  estu lain saeutik : 700 milyar. Saumpama dibagikeun ka 35 juta rahayat Jawa barat maka bakal kabagean artos masing-masing Rp 20.000,- sami jeung buruhan ngabedug di sawah atawa kokoreddi kebon sapoe jeput. Keur kelas ewe-randa mah eta teh jumlah anu kawilang lumayan. Cukup jang dahar tilu kalieun.

Pribados bade nataan hiji-hiji kontestan gubernur disartaan ku komentar jeung analisis pribados anubasajan pisan, namung teu aya lepatna urang berpendapat di alam demokrasi ieu. Kalima calon eta teh nyaeta (i):

1.Dikdik – Toyib (independen)

Dikdik mangrupakeun Hiji polisi mantan Kapolda Sumatera Selatan, anjeunna ngaluluguan paguyuban Tarekat Syattariah (anu disebarkeun ku Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan, wafat 1730 M). Ieu pasangan teh memang kirang familiar dina cepil urang. Asana Pa Dikdik majeng via independen leuwih condong kana penanaman budaya demokratis jeung pesan moral pikeun partey-partey nu aya, sugan jadi hiji koreksi jeung shock therapy ngarah partey nu aya teu narsis teuing jeung daek ngomean laku.

2.Yusuf Macan Effendi (Dede yusuf)-Lex laksmana (Diusung ku Demokrat)

Dede tos majeng 5 taun nyarengan ahmad heryawan. Mun Pa Ahmad raket jeung agamawan, Dede mabet kana jalur sejen nyaketan budayawan, seniman, jeung aktif di kepramukaan. Lex laksmana mangpuluh-puluh taun tetep-renggenek di gedung sate, janten kahirupan birokrasi provinsi geus ngadarah daging dina jiwa raga anjeuna. Pa dede gaduh modal besar segi popularitas mengingat lami malang-melintang janten bintang film, bintang iklan sareng mandu kuis saumpamana wae pami saderek teu lali:  Kuis Tak-tik-boom. Problemna segi elektabilitas (peluang keterpilihan) pihak calon  wakil moal pati nyumbang suara signifikan sabab kurang dikenal ku khalayak, oge pemberangkatanna ti internal partey anu sami. Perlu dicatet Pa Dede tadina PAN, waktos nyarengan Ahmad Heryawan kapan Dede Teh Ti partey biru berlambang matahari , mun nu deleka mah bakal nyebat anjeunna kutu loncat, kena-kena demokrat keur nanjung ngadon pindah kongsi. Salajengna kondisi riil ayeuna masyarakat kapan nuju rada senewen ka Demokrat , ku pemberitaan anu santer ngeunaan korupsi kader-kaderna terutama Nazarudin jeung Angelina, katambih proyek Hambalanganu beuki ditalungtik.

3.Ahmad Heryawan – Dedi Mizwar (PKS, PBB, PPP)

Kemungkinan bakal nembak konsumen kalangan Islam modernis jeung kalangan terdidik penduduk perkotaan. Dina pamilukada 2008 basis ahmad Heryawan di Bogor-Depok-Bekasi, ditunjang ku popularitas Dede Yusuf. Ayeuna dicobian diranjingkeun sareng Dedi Mizwar. Kesan pertama lamun urang nitenan pasangan ieu nyaaeta pada-pada islami. Heryawan sanes NU, sanes muhamadiyah, atawa Persis, anjeuna ketua PUI (Persatuan Umat islam) . Mung anu sok digemborkeun anjeuna atasnama PKS bae mengingat PUI teu patos tohaga. Dedi Mizwar mibanda citra agamis tina film jeung sinetron anu diperankeun ku manehna utamana wae Kiamat sudah dekatLorong waktu, jeungKetika Cinta bertasbih. Dedi mindeng merankeun ustad. Eta peran na film nyulusup kana sanubari jeung alam bawah sadar pemirsa, sehingga nalika ningali sosok Dedi Mizwar urang bakal boga kesan agamis, soleh, alim jeung sajabana. Sahenteuna pa Heryawan geus lima tahun ngajabat tangtu secara finansial boga bekel logistik anu cukup, sanaos dina survey anu dua sasih kapengker popularitas mantena eleh ku Dede bahkan kawon ku Rieke diah, rupina dicobaan dikatrol ku figur Dedi, susuganan hoki kawas 5 tahun nu katukang. Da pedah teu jauh teuing bareto wakilna Dede ayeuni Dedi, sugan we diparengkeun ku Gusti, kitu meureun gerentes batinna. Tantangan pasangan ieu nyaeta dina kaparigelan teknis pemerintahan. Da teu sakur jalma temen jeung berprilaku lurus tuluy  sukses di pemerintahan, sabab aya kalana kudu tegas, jeung berani ngadobrak tradisi, kitu pangemut sawatara pengamat. Malah Dedi Mizwar mah kapan balaka pisan barang manehna digosipkeun dilamar ku pa Ahmad langsung seuri ngabarakatak, pajarkeun teh manehna can boga pangalaman marentah jeung ngagem kalungguhan di birokrasi, da memang kitu ayana.

4.Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki (PDIP)

Rieke jeung Teten tos pada terang kagolong Tokoh bersih, teu neko-neko. Prediksi pribados ieu pasangan basisna tangtos sesuai jeung jargon PDIP nyatana Wong Cilik, duanana aktifis, nu hiji aktifis hak perempuan nu hiji aktifis anti korupsi. Semangat anu diusungna nolad ka Jokowi. Malah baju kampanyena ge kotak-kotak persis jokowi-ahok.Namung bakal janten bumerang saumpamana Rieke-teten meleg-meleg ngajiplak tagline kampanye Jokowi, margi DKI sareng Jabar ngagaduhan karakteristik anu beda. Umpamana wae masalah agama jeung etnis/kesukuan di Jakarta teu patos berpengaruh, kapan di Jawa Barat mah eta teh esensial pisan.  Tantangan na ieu dua jalmi teh sanes orang lapangan. Janten estuning teoritis, remenna ngritik, arang langki  dikritik. Atuh bisa jadi manajerial jeung wewesen birokrasina ge rada hengker. Basis dukungan Rieke-teten tetep wilayah Pantura. Bakal face to face na jeung Pa Yance. Oge tong hilap duanana Asgar (asli garut),utamana Teten anu terah Limbangan (Garut Utara) jadi memang dewek batur buruk-buruk papan jati, urang Garut bakal rada euyeub di pasangan kotak-kotak ieu.

5.Irianto MS Syaifudin (Yance)-Tatang Farhanul hakim (GOLKAR)

Yance teh mantan bupati Indramayu, pituin kader golkar meles bahkan ketua DPW Golkar jabar. Salami ieu kapamingpinanna kaetang nyongcolang, Pa Tatang Bupati Tasikmalaya periode 2001-2011. Kamampuhan birokrasina tegep, namung anjeunna kirang konsisten. Buktosna anjeuna saba’da eleh ku Rahmat yasin (Bupati Bogor) dina parebutan ketua DPW PPP Jabar lajeng nyebrang ka PAN. Teras ayeuna sanajan PAN gaduh calon, pa Tatang tetep teundeung ludeung maju kalayan nyantel ka calon ti Golkar. Ieu pasangan tina sudut pandang kompetensi birokratis, sarta administrasi pemerintahan asana unggul, namung sesah menyat dina perolehan suara. Mengingat duanana eks pejabat tingkat kabupaten,popularitasna  saukur di wilayah sekitar kabupaten aranjeuna. Sementara pasangan sejen ngaranggo Artis anu tos dikenal ku masyarakat teu kudu hese beleke  masangan spanduk jeung masang iklan. Yance-Tatang bakal rada mopo dina upaya nembus area Jabar bagian barat, semet bandung ka kulon. Priangan timur katut pantura mah asana bakal rada kacangking.


Kitu rupina gambaran kontestan sareng analisis pribadi sim kuring, namung problemna masyarakat Jawa Barat sesah diprediksi margi jumlahna seueur , lajeng platform partey tos teu puguh. Mun baheula mana Masyumi mana PNI, mana  NU, Mana PKI, ideologina kapan puguh  ngajalur ayeuna mah tetela geus pasalia hese dibedakeun. Bisa dibasakeun geus euweuh ekstrim kiri atawa ekstrem kanan, kabeh ngakuna moderat (siger tengah). Tuluy tina aspek pamilih mayoritas awam, gampang karayu, bisa balik setir gara-gara nampa duit 20 rebu dina serangan pajar. Ceuk kolot tea mah halodo sataun lantis ku hujan sapoe, sanajan aya calon sejen geus boga hade jeung jasa, nya anu pas hari H mere udud jeung bekel ngabaso jang anak pamajikan eta pisan anu dipilih.

Aya tilu pamilon pamilihan Gubernur anu latar belakangna artis, nepikeun ka Harian the Jakarta Post mere judul: Film stars to battle in west java (bintang film adu tanding dina pilgub jawa barat). Ieu fenomena nyalonkeun artis teh dikritik ku para pengamat pajarkeun cenah partey nyokot carainstanmumul cape jeung kedul berjuang. Memang betah pisan kari ngalobi bakal calon, dibeuli kalayan mahar anu layak, tuluy bisa makalangan atas nama partey anu bersangkutan. Sikap instan ieun kapan timbul tina mandegna pola kaderisasi jeung pencerdasan di jero (internal partey). Saumpama dina mengbal kapan Messi-Xavi-Iniesta bisa kompak jiga kitu sabab geus babarengan 20 tahun , teu sirikna barang borojol tina kakandungan langsung nampa didikan akademi Junior Barca.  Taktik anu berlawanan dipilampah ku Roman Abramovich (pengusaha turunan Yahudi, nu mibanda Klub Chelsea) anu leuwih ngutamakeun jalan pintas meuli / transfer pamaen anu geus bersinar di klub seujeun. Pon kitu deui pelatih geus tujuh kali gentos salila manehna mingpin. Atuh payus pisan tulisan hiji pemerhati bola(ii) dina analisisna kapanan tepi ka nyebut binatang lapangan Chelsea. Nya pamaen jeung palatih Chelsea ku eta pangamat diselewengkeun tina bintang kana binatang. Da atuh disidik-sidik mah mirip binatang (sato), tanaga diperes, aspek kamanusaan na teu pati dihargai, nu penting berprestasi jeung lega hanca. Lebah dieu pisan industrialisasi jeung kapitalisasi sepakbola geus nyabut mengbal  tina akar filosofi sport nyaeta lenger (kaulinan) jeung hiburan, jadi kalah-menang jeunguntung-rugi. Tah muga-muga wae hal anu negatif ti sepakbola ulah nular kana pamarentahan khususna di Jawa Barat. Tangtu teu dipiharep ku urang di mangsa anu rek kasorang Gubernur jeung wakil terpilih ngadon teu bisa ngabuktikeun kamampuhan sabab proses instan tea, runtag tengah jalan, atawana awet rajet teu bisa kompak.

Provinsi jawa Barat hiji provinsi terbesar di Indonesia, boga peran sentral salaku penyangga DKI. Hayu urang titenan  data dan fakta nu dimuat harian The Jakarta post ngeunaan Provinsi Jawa Barat(iii):

Padumuk/ Populasi penduduk  : 49.153.773
Hak pilih                                    : 36.636.312
Luas wilayah                             : 34.817 KM2
Garis pantai                               : 755.8 KM
Jumlah kabupaten                     : 17(catetan: teu acan kalebet Kabupaten pangandaran)
Jumlah kota                               : 9
Jumlah Kacamatan                    : 598
Jumlah Desa                              : 5.708

Aya sawatara tantangan dina ngahaeutkeun pangwangunan di Jawa Barat, sahingga bisangajenggelek jadi kakuatan utama di Nusantara, sidik pisan yen jawa barat sanaos ageung potensi, lega wilayahna, jeung euyeub pendudukna tapi hanjakal jeung aneh geuning teu kaasup 10 besar provinsi termaju ti antawis 33 Provinsi di Indonesia (iv).

Sabab space dina ieu tulisan terbatas, Pribados moal patos ngagores pemerintahan, pendidikan, perdagangan, disamping memang rumaos sanes ahlina.  Sim kuring bade mintonkeun dua isu utama wae, nyaeta: persatuan dan kesatuan , jeung Ekspoitasi Sumberdaya alam .sakapeung nu dua eta teh sok disapirakeun padahal kacida pentingna sabab menyangkut alam, katut pangeusina. Lebah mana rek maju ekonomi perdagangan jeung pendidikan lamun alam jeung pangeusina teu dimumule. Naon hartina beunghar sagala loba lamun mindeng bencana alam, kitu pamadegan sim kuring. Salajengna dina nganalisis fenomena ku sim kuring dikembalikeun kana aspek kaislaman , sabab akhir-akhir ieu pemerintahan di urang asa beuki hedonis (berorientasi kepuasan & kamewahan) sarta permisif (serba boleh), ngarasa betah jeung jongjon dina laku teu uni, beuki macaweuhna nu  ngarumpak bagbagan agama jeung aspek moral tepi keun ka muncul istilah populer: KORUPSI BERJAMAAH.

Persatuan jeung Kesatuan

Problem utama suku sunda jeung  masyarakat nu hirup kumbuh di Jawa barat nyaeta kurang persatuan jeung kesatuan. Saderek anu kuliah atanapi damel di luar daerah utamina di ibukota  tangtos tiasa ngabentenkeun kumaha solidaritas urang BatakMinang , jeung Jawa dibanding Sunda.Da atuh urang sunda mah pahare-hare jeung salembur teh. Saleuheung kitu, sawarehna mah silih tilas jeung silih rurud. Kohesifitas rasa persatuan urang sunda kacida hengkerna. Di lembur kacaritakeun aya dua tukang dagang lotek jeung gehu anu berkompetisi. Saleuheung mun kompetisi sehat da ieu mah pinuh ku intrik jeung sirik pidikBi ijah ngagogoreng bi Ijem pajarkeun Tukang lotek eta mah budug , bi ijem pon kitu deui sarua balik ngagogoreng ka Bi Ijah, ceuk bi Ijem: “ulah meuli lotek jeung gehu ka bi Ijah, sok Utah getih, TBC!!!” Cobi titenan urang Cina mah kapan beda, sauyunan silih-rojong. Umpamana urang ngamaksad meser beusi ka Naga chung Citapen . Kari-kari teu aya, koredas. Kapan dituduhan sina ngagaleuh ka toko sejen: “tuh pak haji cobian  di indihiang aya Toko Jangkar mas caketeun SMA 2!”,  Kituh saur si engko.

 Budaya gotong royong khususna suku sunda oge sakumna penduduk jawa barat kudu ditingkatkeun. Konsep gotong  royong ngan saukur dina pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), anu beh dieunakeun robah jadi PPKN (pendidikan pancasilan dan kewarganegaraan), tuluy salin ngaran jadi PKN.ayeuna malah aya wacana pancasila na disupkeun deui, atuh tina PKN janten PPKN deui. geus ah , lieur mikiran gonta-ganti wae kurikulum jeung ngaran mata pelajaran.

Salajengna kapan di Jawa barat oge aya seke seler suku bangsa anu sejen, Perbedaan latar belakang etnis memang mindeng kasaksen jadi sumber pacengkadan. Umpamana wae dina  sejarah islam terutama masa dinasti Abbasiyah  nu Ibukotana harita di Baghdad boga sababraha potret konflik antar-bangsa. kapan sidik pisan aya kaijid (kateuresep) jeung kaceuceub ka bangsa Arab, sawangsulna etnis Arab ge ceuceub pisan ka non-arab, cindekna harita tumuwuh sikap ta’asshub(fanatisme anu berlebihan kana madzhab, etnis, jeung golongan). Hiji waktos panyair Ismail bin Yasar.ngumandangkeun sajak anu muji-muji raja-raja Persia, khalifah Hisyam bin abdul Malik anu notabeneetnis Arab anu harita ngadangukeun pembacaan sya’ir dumadakan  murka, ambek taya bandingna. Tuluy eta penyair ku para pengawal disiksa, diterebkeun kana cai, masih mending nyawana salamet.(v)

Kasang tukang seke seler (latar belakang suku) anu variatif yakin jadi hiji tantangan kanggo pamingpinna. Sanaos etnis sunda mayoritas, tetela aya sababaraha wilayah anu didominasi ku suku Jawa, terutama sapaparat Pantura. Katambih di sub-urban penyangga DKI anu notabene loba suku Betawi.  Masalah latar belakang etnik memang teu bisa dianggap remeh, Disintegrasi Yugoslavia jadisababraha nagara umapamana wae :Serbia, Montenegro, Bosnia, jeung kroasia kapan alesanna beda ageman ideologi, etnik, jeung cangkingan nilai-nilai spitritual agama.

Satuluyna kedah diwaspadai oge perkawis faktor Otonomi daerah (OTDA). Ngabalukarkeun Bupati jeung Walikota pak celegedeg ngawujud jadi raja-raja kecil dina karajaan besar. Lir ibarat lauk jaer, nyieun balong dina jero balong. Samalah bupati & walikota nu rada badung mah nalika dipanggil ku Gubernur teu ngawaro, pajarkeun “Kula ge sarua dipilih ku rakyat”, biasana nu kitu beda partey.Kiwari  hawar-hawar aya desakan pikeun mekarna kabupaten Tasikmalaya Selatan jeung Cirebon anumerejel hayang jadi hiji provinsi anu mandiri. Dugi ka danget ieu konflik kabupateun jeung kota tasik sesa pemekaran tahun 2001 oge kapan acan rengse sapinuhna. Pacogregan anu disengketakeun tiantawisna lapangan Dadaha jeung alun-alun. Numutkeun analisis harian Kompas (vi) kapan pemekaran Tasik kaasup pemekaran anu gagal. Daerah induk nyatana Kabupaten hengker pisan da sumberdayana terutama industri loba kacokot ku Kota. Tah lebah dieu OTDA ge ternyata bisa jadi hiji ancaman disintegrasi, lunturna persatuan jeung kesatuan.

Eksploitasi Sumber Daya Alam (Isu Lingkungan)

4 minggon ka pengker pribados mapay laut kidul, tetela  kerusakan alam sakitu mahabuna. Basisir laut kidul/ pantey selatan ciamis, Tasik , jeung garut yakin geus ruksak. Leuweungna ditebang, dibukbak, keusikna disedot jeung digali, loba torowongan jeung lomang sesa ngala keusik pasir besi. Nurutkeun sumber Kabar Priangan, cenah eta keusik pasir besi ti Tasik selatan teh dijual ka Cina. Di nagri Tirai bambu mah  hargana jadi  1000 lipet tina harga jual masyarakat ka Pengusaha . Kadituna eta pasir besi janten bahan baku pelapis pesawat ruang angkasa sabab kualitasna anu hebring taya tanding. Tapi mun ditalungtik pemasukan ka kas kabupaten jeung provinsi estu teu sabanding jeung biaya perawatan dan pemeliharaan jalan. Cindekna besar pasak daripada tiang.
Lebah dieu pisan pamarentah daerah nyatana provinsi katut kabupaten kudu sadar yen ulah saukur ngudag pendapatan asli daerah (PAD), produktivitas, growth jeung naon rupa  variable ekonomi , tapi kudu sadar yen tujuan pembangunan versi islam  nyaeta  rido Alloh, hiji kondisi anu ku Prof Naquib Al attas dibasakeun seja ngawujudkeun kamaslahatan ummat (rahayat).

Numutkeun penelitian Deni widhiatna aya fakta anu rada pikapaureun. Mantena nalungtik Pencemaran merkuri di sekitar tambang emas tradisional nu make  pengolahanna make  caraamalgamasi. Penelitian ieu teh diayakeun di wilayah kacamatan Cineam jeung Karang jaya (kidul ngetan ti Manon jaya) sentral penambangan emas di Tasikmalaya. Geuning Tina akibat proses dekomposisi ku bakteri, dina jero cai wahangan Teu tanggung tanggung eta merkuri anu kaangseu, jeung kadahar via media cai jeung udara mampuh ngaruntagkeun pertahanan sistem saraf otak.(vii)

Katambah kadaharan sapopoe masyarakat teu jauh tina pemanis sodium , paragi rasa gurih nganggo MSG (Vetsin) atuh beuki nongtoyod wae. Daharna jeung sambel tarasi anu hurangna make formalin, asinna pon kitu keneh make formalin, tuluy di vetsinan, sarengsena eta lajeng  ngabaso, ngandungboraks. Atuh lagu Iwan fals :Umar bakri nyiptakeun generasi otak habibie teh beuki jauh wae ukur sawangan, da Umar Bakriena sibuk demonstrasi  menta naek gaji, tuluy muridna kapan kurang gizi jeung faktor genetik teu menunjang.

Ruksakna  lingkungan alam teh gara-gara program pembangunan anu teu terkendali jeung loba ngadobrak prinsip nu geus aya saumpamana wae Rencana Tata Ruang wilayah, oge rea pisan proses perizinan anu dimanipulasi wabil khusus ngeunaan AMDAL (Analisis Mengenai dampak Lingkungan) sakumaha diamantkeun ku UU lingkungan Hidup. Asas umum penyelenggaraan Negara oge perlu diregepkeun, kasaksen dina  pasal 20 ayat 1 poin C UU pemerintah daerah (viii) eusina nyaeta asas kepentingan umum. Mun dihartian kalayan kacamata maqosid syar’iyah (tujuan-tujuan hukum syara) nyatana perlindungan kana kamanusaan jeung ayana maslahat manfaat teu nimbulkeun kamadaratan sok komo bencana kemanusiaan dina skala nu rohaka.

SOLUSI

Ceuk paningal pribados , yakin aspek persatuan jeung kesatuan mangrupa konci utama. Gubernur kudu bisa ngabina jeung ngamumule lembaga-lembaga pendidikan boh formal atawa non formal, margi yakin eta sadaya mangrupi potensi ageung dina raraga ngamajukeun roda pangwangunan. Perlu  nanemkeun nilai-nilai positif ka anak didik ngeunaan persatuan. Lajeng secara struktural Korps PGRI nu baheula diselewengkeun jadi alat hiji partey, ayeuna kudu boga manfaat anu optimal jeung jadi mitra strategis eksekutif. Lamun para guru teu soson-soson ngajar , atuh kualitas SDM di masa nu bakal datang tangtuna bakal nguciwakeun. Salajengna segi potensi pendidikan non formal, tiantawisna wireh di Jawa Barat aya 3845 pasantren (ix) Geuning pasantren ge lain leutik-leutik potensi. Sok komo Patronase (kapatuhan ka komandan) di pasantren kuat pisan. Lamun kiaina selaku pengasuh teu kacekel atuh santri katut rebuan alumnina oge bakal balagideur jeung barontak, tangtuna bisa ngahambat pangwangunan anu daria. Memang taktik ngadeukeutan pasantren tos diberjalankeun ku para kandidat. Mung hanjakal sabot kampanye wungkul . dina mangsa ngajabat mah lur wae teu aya perhatian maksimal. Lir ibarat ngadorong mobil mogok, sarengsena mobil maju anu ngadorong ditinggalkeun, paling saukur ngucap nuhun ngadadah/gugupay,ceuk kolot tea mah nu asih dipulang tai.

Di sagedengeun eta ulah hilap ka para minoritas, aya babasan kabeureuyan mah tara ku tulang nu gede, angger we ku cucuk anu leutik tur ipis, lebah dieu payus pisan mun kalangan agama minoritas jeung penganut kapercayaan oge dirangkul. Na aya kitu panganut kapercayaan? Estu matak ngajenghok reuwas saur DR Anton dosen pribados dina mata kuliah Sosiologi lulusan Leiden, jeung ibu Inge, cenah anu ngagem aliran kapercayaan “sunda wiwitan” utamana di wewengkon kuningan jeung Bandung  jumlahna kaetang rea nincek ratusan rebu. Ngan angger wae dibanding 49 juta padumuk jawa barat mah eta angka teh leutik.

Geubernur nu anyar kudu bisa ngarangkul sakumna kelompok boh pemangku adat, ulama, paguyuban guru, birokrasi, jeung pihak sejenna. Tiap daerah memang boga karakter anu beda umpamana di wilayah Tasik ajengan/ulama leuwih dihargaan tinimbang menak/birokrat. Sawangsulna wilayah Ciamis mah rereana di hiji kampung masyarakat teh leuwih madep jeung ajrih ka punduh jeung  lurah tibatan ka ajengan anu ngimaman di tajug.
Bentuk kongkritna terutami nu berhubungan sareng tuntutan pemekaran, Gubernur nu anyar dipiharep kedah tiasa meper, ngupahan jeung ngarayu masyarakat anu hayang misahkeun diri.sapuk eta  pemekaran teh karereanana teu efektif, ngan saukur ngalobaan gajiheun, nambahan waragad pagawe di Pemda. Tangtuna wae eta pangolo, jeung panyombo teh disartaan ku prakna mere sumbangan riil jeung pangwangunan, ulah saukur ilusi jeung harepan hampa.

Salajengna ngeunaan isu lingkungan (SDA):
Gubernur Jabar kudu boga visi anu jelas jeung terarah dina enggoning ngamumule kalestarian lingkungan alam. Gubernur boga peran sentral dina penyusunan UKL UPL oge AMDAL(x) supaya pelaku usaha teu sangeunahna nyieun lapangan usaha anu matak nimbulkeun pencemaran utamana kualitas air sungai jeung eksploitasi anu berpotensi nimbulkeun bencana abrasi sarta erosi. Mangga wae titenan antara 5 pasangan calon ieu naha papada mibanda program anu eces jentre masalah lingkungan, atawa ukur pupulasan, sok komo ari teu dimuat-muat acan mah isu lingkunganna.tangtuna urang miharep ulah dugi ka kaendahan walungan citarum jeung cikapundunganu diwawaas jeung dihaleuangkeun ku mang koko, nining meida jst, ayeuna tinggal kenangan, da geus salin rupa pinuh ku limbah rumah tangga jeung limbah pabrik tekstil.

Lamun kitu,  karakterisik pamingpin siga kumaha atuh anu bisa ngawujudkeun eta kondisi anu ideal di Jawa barat ?
Asana teu salah mung kembali kana konsep agami, terutami agama Islam, da Jawa barat teh memang secara prosentase pangonjoyna. Para ulama berdasar kana kalam ilahi jeung dawuhan Rosul, parantos ngadamel formula ngeunaan konsep pamingpin ideal nyaeta dina opat sifat anu wajib di hakna para Rasul:

Wawajibun fi haqqihimul amanahwasidquhum wadlif lahul fathoonah.
Wamitslu dzaa tabliiguhum lima atauw #wayastahiilu dlidduhaa kama rowauw
Wajib dihakna para rosul amanah #jeung sidikna pek sipatan patonah
Sifat tablig wajib oge anjeun nyaho #mustahil lalawanana kade poho.(xi)

Sidiq: salah sahiji syarat ditarimana amal nyaeta sidqul qosdi, bener niat, boga motivasi anu hade lillahi ta’ala. Marga lantaran Muncul na hiji calon estu dorongan anu tanpa pamrih ti konstituen, lainnyogrog-nyogrog karep jeung boga motif anu teu hade. Keur dina mangsa pencalonan bisa ditingali tina rekam jejakna, kumaha manuver-manuver anu geus dijalankeun. Sidiq oge nyangkut kajujuran dina laporan kekayaan, asal-usul rundayan kulawarga kudu puguh saha bapana , saha indungna jrrd. Oge  riwayat pendidikan ulah nepikeun ka make ijazah palsu.

Amanah: nyaeta  wafa’ul ahdi, minuhan sanes kanten jangji wabil khusus salila kampanye, ngabogaan integritas, ngajauhan sagala rupi conflict of interest anu ngalibatkeun dirina katut kulawarga. Pamingpin anu amanah salawasna mentingkeun pamaksudan balarea lain pamaksudan jeung kapentingan pribadi.ulah dugikeun ka jangka panjang jeung jangka pendek eleh ku jang ka dapur.

Tabligh: pamingpin ulah sieun nepikeun anu haqq, nyebred anu bathil, kudu ngabiasakeuntumamprak, akuntabel, siap iraha wae datang nu marios ti KPK jeung lembaga sejen. Tuluy manehna ngaluluguan kana bebeneran, amar ma’rup nahyi munkar, ngokojoan efisiensi dina pamarentahan jeung ngadukung sapinuhna kana law enforcement(penegakan hukum).

Fathonah (boga inteligensi anu luhur, latar belakang akademik anu nyongcolang, jeung kompeten dina hiji widang . apal kana naon rupa isu aktual jeung paham kana akar pasualan.teu kalangkung pamahaman anu komprehensif ngeunaan aspek historis jeung wawasan geografis JABAR.  Ulah dugi keun ka apal ngan saukur cangkang bari teu paham jeroanana (diletantisme) (xii)

Ieu sifat anu opat teh tangtuna ulah diukur ngan tina jargon katut slogan, teu bisa ditaksir saukur via tampilan dohir jeung kesan agamis. Tapi nu leuwih utama nyaeta internalisasi nilai keagamaan , sakumaha ngadarah dagingna dina langkah eta tokoh sapopoe. Tangtuna bisa diukur tina kawijakan anu pernah dijalankeun, cindekna mah kudu ditingali sacara seksama rekam jejakna, pernah boga kalungguhan naon, tuluy kumaha kinerjana.

Ampun paralun  pribados sanes ngajago ngabahas ieu pasualan , atawa berpretensi  salaku pengamat, namung seja ngabuktoskeun kanyaah katut kapedulian ka lemah cai, banjar karang panineungan, nyatana Tanah Parahyangan. Shohabat kameumeut Rosul Sayyidina ali Karomallahu wajhah paratos cumarios: Min husnil mar’i ilmuhu bizamanihi= ukuran kahadean jeung rucitana hiji jalma nyaeta sejauh mana manehna paham kana  situasi jaman(jeung peduli lingkungan sekitar).Tangtos urang alim kasebat jalmi anu teu sae versi Sayyidina Ali . Malah Gusti Rosul pisan cumarios ngeunaan sikap cuek jeung acuh tak samodel kitu: sing saha anu gugah enjing-enjing bari teu aya kapedulian kana lingkungan masyakarakat sabudeureun , nu model kitu  estu teu kaasup umat kami, kitu saur mantena, na’udzubillahi min dzalik.

Sakieu rupina para mitra, mugi tiasa kawaler maksad judul ieu tulisan di luhur: narekah ngeunteung , malahmandar ngaraih untung maksadna ngeunteung kana kaayaan, ngeunteung jeung eling kana conto-conto piwuruk rasul, jalmi soleh, jeung rekomendasi sarta doktrin ti para ahli khususna pamarentahan geusan ngawujudkeun kahirupan anu untung:Jawa barat nu ngabogaan ajen inajen, subur makmur kartaraharja, Baldatun thoyyibatun Warobbun ghofuur.

Cag heula ah dugi ka dieu,

Pribados baris ngucapkeun Wilujeung nyumpingan TPS sarta nyoblos dina waktosna nyata ping 24 Februari 2012, mugia urang sadaya sehat wal afiat, lajeng Mugi gusti teu ngalolongkeun paningali lahir katut paningali batin urang samudayana aamiin !!!

CATATAN KAKI:
(i)        Majalah mingguan TEMPO, edisi cetak 18 November 2012
(ii)       kolom opini tabloid Olahraga TOP SKOR . kemis 22 November 2012
(iii)      Harian The Jakarta Post edisi cetak 10 November 2012
(iv)     Majalah minggonan Mangle edisi cetak  kemis 22 November 2012 halaman
(v)      Ahmad Amin, Duha’ul Islam, Dewan Bahasa & Pustaka , Kuala Lumpur,1978 hal.26
(vi)     Harian kompas edisi cetak kamis 22 November 2012
(vii)    Deni Widhiatna: pendataan penyebaran merkuri akibat usaha pertambangan emas di Tasikmalaya
(viii)   Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah
(ix)  Bagian Perencanaan dan Data Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama R.I.
(x)      UU Lingkungan Hidup nomor 32/2009
(xi)     Kitab Jauhar tauhid karangan syekh Ibrahim al Laqoni (wafat 1041/1631 M), bait 59 & 60. Syiiran versi sunda na kenging pribados, terbuka kanggo direvisi sareng nampi kritik.
(xii)     A Mangun Harjana, Isme-isme dari A sampai Z , Kanisius, Yogjakarta, 1997 hal.49

(rengse dianggit di Komplek Kost LAMBANG, Margonda Raya, Depok. Dinten Salasa kliwon wanci pasosore tereh maghrib, tabuh 17.30  27 November 2012, kaping 13 Muharram 1434 H)