14 October 2013

Memacu Pemberdayaan Pemuda Jakarta Melalui Semangat Technopreneurship

Esai ini menjelaskan technopreneurship sebagai cara untuk menghadapi persaingan sebagai seorang entrepreneur yang terdiri dari 3 bagian yaitu latar belakang sebagai dasar kenapa technopreneurship itu penting, temuan sebagai data dan informasi yang menjelaskan kondisi entrepreneur muda saat ini di Jakarta, dan sebuah solusi sebagai cara untuk menarik pemuda Jakata agar berpartisipasi dan memulai technopreneurship.

Latar Belakang

Seorang technopreneur adalah seorang entrepeuneur yang memadukan kemampuan teknis dan bisnis atau seseorang yang mengaplikasikan teknologi sebagai sebuah inovasi bisnis contoh sederhana adalah menggunakan social media untuk berbisnis. 

Technopreneur sendiri lahir sebagai akibat dari percepatan pertumbuhan teknologi di dunia setiap tahunnya yang kemudian mendorong sebuah peluang besar untuk pertumbuhan bisnis. Abad ke-21 ini merupakan abad dimana teknologi komputer, gadget, dan berbagai device telah menciptakan sebuah sistem yang efisien dengan menawarkan begaram keuntungan yang berlipat bagi kebutuhan umat manusia. Sebagai contoh, dimulai dengan struktur organisasi, iklan, pemasaran, meode komunkasi, industri modern, perusahaan, dan bahkan seorang entrepreneur menemukan manfaat yang besar dengan memanfaatkan teknologi di lingkungan kerja mereka untuk menghasilakan profit demi kelangsungan bisnis mereka.

Bagi orang yang jeli terhadap peluang besar dari kemajuan teknologi, kesempatan ini tentu tidak akan disia-siakan terutama bagi para entrepeuneur yang kemudian melahirkan lah sebuah technopreneur.

Kemudian, kenapa harus pemuda? Dan kenapa harus di Jakarta?
Pertama, pemuda merupakan agent of change , dimana dengan ide segar dan pemikiran kritis yang mereka miliki diharapkan akan mendorong mereka untuk mengimplementasikan ide-ide mereka menjadi dampak yang nyata untuk perubahaan. Umur pemuda saat ini dikategorikan sebagan Gen Y (Genereation Y), dikenal juga sebaga generasi millennium, yang merupakan segmen usia yang lebih cepat dalam memahami dan mengaplikasikan kecanggigan teknologi dengan mudahnya. Oleh Karena itu, technopreneurship yang lahir dari kecanggihan teknologi sangatlah cocok  untuk dioptimalisasi oleh Gen Y. Kemudian kenapa harus dimulai di Jakarta? Hal ini dikarenakan Jakarta merupakan gerbang Indonesia bagi dunia, disini para investor menanamkan investasi dan membangun anak perusahaan teknologi yang dibawa dari negara mereka. Jakarta pun merupakan sebuah kota yang menjadi patokan terhadap kota-kota lain di Indonesia seperti halnya untuk generasi mudanya. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara supaya pemuda Jakarta ikut berpartisipasi dengan membangun mental entrepreneur di bidang teknologi?

Temuan
Pemuda dan Pengangguran di Jakarta
Ada sebuah anggapan bahwa pengangguran adalah sebagai akibat dari banyaknya sumber daya tidak terdidik yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Namun, saat ini nampaknya paradigma telah sedikit bergeser. Hal ini dikarenakan jumlah pengangguran di Indonesia setengahnya justru merupakan sumber daya terdidik. Jumlah pengangguran tenaga terdidik mencapai 47,81 persen dari total pengangguran nasional berdasarkan informasi dari Kementrian Pemuda dan Olahraga di tahun 2012. Secara lebih detail berikut rinciannya, lulusan perguruan tinggi  sebesar 12,78%, SMA sebesar 11,9%, SMK sebesar 11,87%, SMP sebesar 7,45% dan SD sebesar 3,81%. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat mereka seharusnya mempunya potensi yang besar dari ilmu yang mereka peroleh semenjak mengenyam bangku sekolah. Namun, nampaknya lulusan tenaga terdidik cenderung terlalu memilih dalam memilih suatu pekerjaan yang berakibat pada meningkatnya tingkat pengangguran.
Tabel 1. Jumlah Pemuda Menurut Provinsi, sumber BAPPENAS
Berdasarkan data statistic dari BAPPENAS (Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional) sebagaimana tabe diatas, jumlah pemuda di Jakarta sampai dengan tahun 2007 sebanyak 3.509 pemuda. Jika dibandingkan dengan total pengangguran tenaga terdiri pada tahun 2012 dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, maka jumlah pemuda di Jakarta pada tahun 2007 berkontribusi sebesar 1,97% dari total pengangguran terdidik dengan perkiraan jumlah pemdua pada tahun 2012 aadalah 85.000 (proyeksi berdasarkan total pemuda di tahun 2006 sebesar 80.817 pemuda dan 2007 sebesar 73.116 pemuda). Pemuda di Jakarta harus menjadi role model untuk pemuda di provinsi lain di Indonesia dalam hal kualitas pemuda. 1,97% pengangguran adalah angka yang tidak kecil mengingat pemuda yang tinggal di Jakarta berjumlah 3.509 orang.

Tabel 2. Tingkat Pengangguran Pemuda Berdasarkan Provinsi, sumber BAPPENAS
Tabel diatas menjelaskan tingkat pengangguran terbuka (TPT) berdasarkan data dari BAPPENAS pada tahun 2007. TPT merupakan sebuah indikator untuk mengukur tingkat pengangguran pemuda. Metode ini (TPT) menunjukan presentasi dari jumlah pengangguran dari total tenaga kerja. Dalam tabel diatas terlihat bahwa TPT di Jakarta sebesar 17.65% dengan jumlah pemuda 3.509 (berdasarkan tabel 1). Misal jika dibandingkan dengan Sumatra Utara dengan TPT sebesar 15.57%. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Jakarta mempunyai masalah dengan jumlah pemuda yang lebih sedikit dibandingkan dengan Sumatera Utara, seharusnya Jakarta mempunyai TPT yang lebih kecil dibandingkan dengan Sumatera Utara.

Technopreneurship di Jakarta
Sebagai dampak dari pertumbuhan teknologi yang semakin cepat, pengguna internet di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pada tahun 2012 pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta pengguna atau sebesar 24.23% dari total populasi di Indonesia. Dan tahun ini APJII memprediksikan bahwa internet user meningkat sebesar 30% menjadi 82 juta pengguna dan akan terus tumbuh sebesar 107 juta pada 2014 dan 139 atau 50% dari total populasi pada tahun 2015. Kemudian kesempatan ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk kegiatan bisnis mereka, dan social media adalah salah satu cara untuk memulai bisnis mereka.

Jakarta as central of trend among youth shows a good growth in term of business which utilizes technology (internet), it was proved by emerging start up ompany. In Jakarta, Ministry of Research and Technology also triggered this business potential (technopreneurship) by providing Bootcamp for youth in 2012.

Solusi
Dipicu dengan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan manusia untuk beraktifitas dan temuan dimana khususnya Jakarta mempunyai jumlah pengangguran terdidik yang tidak sedikit mendorong sebuah solusi untuk menjadi salah satu alternative untuk memanfaatkan kesempatan bisnis dan mengurangi pengangguran tenaga muda terdidik yaitu dengan   

Kemudian apa yang harus dilakukan untuk memacu pemuda di Jakarta berpartisipasi dalam memanfaatkan technopreneurship?
1.      Sudah saatnya basic education tentang technopreuneurship menjadi mata pelajaran wajib, jangan hanya entrepeuneur saja yang dipelajari tapi bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai entrepreneur untuk mengoptimalkan technopreneurship
2.      Menggalakan seminar dan training terkait kenapa technopreneuship penting
3.      Menyelenggaran lomba terkait technopreneuship untuk menemukan bibit unggul yang bisa mengebangkan bisnis dibidang technopreneurship
----------------------------------------------------------------------
Esai ini diikutsertakan untuk Lomba Esai Ciputra Entrepreneurship, untuk informasi klik http://www.ciputraentrepreneurship.com

22 comments:

  1. Saya setuju Bahwa Pemuda memag memegang Peranan penting untuk menjadi seorang technopreneur, tapi dengan berbgai syarat yg mestinya harus mereka penuhi. Terutama karena bidang ini terdapat banyak sekali kompetitor. Kreatifitas, kemampuan menjual adalah syarat utamanya.
    Thanks artikelnya..

    ReplyDelete
  2. thank's gan atas infonya, semga bermanfaat bagi kita semua

    ReplyDelete
  3. mantep banget infonya gan...thanks,,

    ReplyDelete
  4. Bagus sekali infonya gan, technopreneur perlu dikembangkan jadi bisa jadi lapangan pekerjaan utama/tambahan bagi para pemuda. Boleh nih saya terapin untuk nambahin tabungan buat beli rumah minimalis yang depannya danau di www.citralakesawangan.com/?p=1405 :)

    ReplyDelete
  5. bagus banget artikelnya
    sukses selalu mas,,

    ReplyDelete
  6. Yang paling penting untuk menjadi seseorang yang sukses adalah: Fokus, Peluang, dan Keberuntungan. Jadi, teruslah berusaha kawan2.

    ReplyDelete
  7. Semoga pemuda Jakarta bisa lebih bangkit dan bekreasi,btw semoga sukses perlombaan artikelnya.

    ReplyDelete
  8. Great ... emang blogger abis lo Gis...

    ReplyDelete
  9. mantap niii mas bro postingannya,, semoga makin sukses aja ia gan,,,, salam blogger

    ReplyDelete
  10. wah bengkulu peringkat 7 -__-
    http://waktunyaberbagisemua.blogspot.com/

    ReplyDelete
  11. keren nih gan blog nya , sukses selalu ya :)
    salam kenal.

    ReplyDelete
  12. Mantap bro trobosannya
    http://pancarobablizz.blogspot.com/

    ReplyDelete
  13. keren banget gan ! sukses selalu yah :)

    ReplyDelete
  14. artikel nya bagus, keren, berkualitas dan bermanfaat banget gan :)

    ReplyDelete
  15. Pemuda memang memegang Peranan penting untuk menjadi seorang technopreneur, tapi dengan berbgai syarat yg mestinya harus mereka penuhi. Terutama karena bidang ini terdapat banyak sekali kompetitor. Kreatifitas, kemampuan menjual adalah syarat utamanya dan penting untuk menjadi seseorang yang sukses adalah: Fokus, Peluang, dan Keberuntungan.
    artikel nya bagus, keren, berkualitas dan bermanfaat banget gan :)
    Salam bloger :D

    ReplyDelete
  16. hebat hebat, sukses selalu ya. semangat hehe

    ReplyDelete
  17. terima kasih atas informasinya pak, mudah mudahan informasi yang anda share bermanfaat

    ReplyDelete